Semarang
dan Segala Pesonanya
Semarang memiliki daya tarik wisata
yang luar biasa dalam menggait wisatawan dari berbagai daerah untuk menyambangi
ibu kota provinsi Jawa Tengah ini. Berbagai sektor wisata dari kuliner, tempat
bermain, tempat ibadah, serta bangunan bersejarah lengkap tersaji dalam
indahnya Kota Atlas. Pemerintah Kota Semarang dan Jawa Tengah juga terus
mendukung majunya kota ini melalui pembangunan sarana dan prasarana supaya
nantinya pengunjung dari berbagai daerah dapat kenyamanan saat berwisata. Hal
itu diwujudkan dalam perluasan dan perbaikan jalan, perbaikan sarana
transportasi umum seperti BRT yang dapat menjangkau ke tempat-tempat wisata
serta, pemugaran bangunan bersejarah yang menjadi tempat wisata, dan mendukung
pembangunan tempat-tempat wisata baru di kota Semarang tercinta. Untuk lebih mengenal
tempat-tempat wisata tersebut saya akan membahas satu per satu destinasi yang
wajib kalian kunjungi saat berwisata di Kota Semarang
- Simpang Lima
Jika Jogja dan Solo mengenal Alkid,
Semarang pun punya Simpang Lima. Tidak jauh berbeda, Simpang Lima juga merupakan
pusat kota seperti Alkid. Simpang Lima menawarkan berbagai wisata seperti sewa sepeda dan mobil
lampu untuk mengitari dan menikmati pesona gemerlap Semarang di malam hari, atau wisatawan dapat sekedar duduk-duduk di lapangan sambil ditemani jajanan yang dijual pedagang keliling disana.
Tidak hanya itu, di Simpang Lima juga tersedia pusat kuliner yang siap menyajikan makanan yang super lengkap mulai dari nasi goreng, babat gongso, seafood yang terkenal akan kelezatannya, tahu gimbal kebanggaan masyarakat Semarang, dan juga nasi liwet ayam yang konon katanya terbaik di Kota Semarang. Meskipun harga yang ditawakan cukup mahal, masyarakat tetap antusias menikmati pusat kuliner ini sehingga tidak pernah sepi pengunjung apalagi di musim liburan. Dari Simpang Lima juga kita dapat melihat salah satu mall kebanggan masyarakat Semarang yaitu Mall Ciputra dan salah satu masjid terbesar di Semarang yaitu Masjid Baiturrahman.
Karena bingung memilih kuliner apa yang harus kita santap malam ini, kami pun memutuskan mendatangi pos polisi di sekitar simpang lima. Dan akhirnya disarankan untuk makan nasi liwet. Letaknya di samping matahari. Untuk makan disana sebaiknya siapkan uang lebih apalagi untuk mahasiswa perantau karena akan menguras kantong anda seketika. Untuk satu porsi nasi liwet ayam dihargai sebesar Rp24.000 dan untuk minuman dibandrol sekitar Rp5000
Tidak hanya itu, di Simpang Lima juga tersedia pusat kuliner yang siap menyajikan makanan yang super lengkap mulai dari nasi goreng, babat gongso, seafood yang terkenal akan kelezatannya, tahu gimbal kebanggaan masyarakat Semarang, dan juga nasi liwet ayam yang konon katanya terbaik di Kota Semarang. Meskipun harga yang ditawakan cukup mahal, masyarakat tetap antusias menikmati pusat kuliner ini sehingga tidak pernah sepi pengunjung apalagi di musim liburan. Dari Simpang Lima juga kita dapat melihat salah satu mall kebanggan masyarakat Semarang yaitu Mall Ciputra dan salah satu masjid terbesar di Semarang yaitu Masjid Baiturrahman.
Karena bingung memilih kuliner apa yang harus kita santap malam ini, kami pun memutuskan mendatangi pos polisi di sekitar simpang lima. Dan akhirnya disarankan untuk makan nasi liwet. Letaknya di samping matahari. Untuk makan disana sebaiknya siapkan uang lebih apalagi untuk mahasiswa perantau karena akan menguras kantong anda seketika. Untuk satu porsi nasi liwet ayam dihargai sebesar Rp24.000 dan untuk minuman dibandrol sekitar Rp5000
- Lawang Sewu
Ke Semarang belum sah jika belum
mendatangi salah satu bangunan bersejarah yang dibuat oleh Belanda tahun 1904 ini. Lawang Sewu diangkat dari bahasa jawa yang berarti pintunya seribu. Tidak ada yang tau jumlah pasti dari pintu disana, namun Lawang Sewu dipilih sebagai nama untuk menggambarkan banyaknya jumlah pintu di gedung peninggalan Belanda itu. Dari lawang sewu juga kita bisa menikmati pesona warna warni dan music
yang disuguhkan oleh Tugu Muda, monument ikonik dari Kota Semarang.
Tiket masuk ke Lawang Sewu relatif terjangkau hanya Rp5000 untuk anak & pelajar, Rp10.000 untuk mahasiswa atau dewasa. Sayangnya Lawang Sewu belum memiliki lahan parkir yang teratur sehingga akan sulit mendapat parkir di Lawang Sewu ketika musim liburan telah datang.
Lawang Sewu memang terkenal sebagai wisata horror yang biasa di datangi di malam hari. Namun tak jarang yang mendatanginya di siang atau sore hari
Di Lawang sewu kita juga dapat melihat berbagai foto dan peninggalan dari masa penjajahan serta menikmati museum kereta api. Foto-fotonya kebanyakan berupa foto kereta api dan stasiunnya, karena konon katanya lawang sewu ini adalah Kantor dari PT. Kereta Api Indonesia yang dulu namanya Djawatan Kereta Api Repoeblik IndonesiaSayangnya, akses ke penjara bawah tanah sekarang sedang di tutup. Tapi kita masih dapat menikmati kemistisan Lawang Sewu di berbagai sudut. Meski kini tidak se mistis dulu karena telah di pugar bangunannya menjadi lebih bagus.
- Kota Lama
Masih seputar wisata horror, Kota
Lama juga memiliki daya tarik tersendiri bagi pecinta wisata mistis. Bahkan
beberapa liputan televisi bergenre horor pun banyak meliput soal ke mistisan Kota Lama. Kota Lama juga dijadikan lokasi Shooting film ternama seperti Filosofi Kopi (Ben&Jody). Di
sisi lain, Kota Lama menyuguhkan keindahan bangunan bersejarah dengan
artistektur kuno yang memikat mata. Meski tembok-tembok bangunan sudah usang dan cat sudah hilang tergerus zaman, justru hal itu lah yang menjadikan tempat ini semakin estetik dan menjadi spot foto andalan
Orang banyak menyambangi Kota Lama di malam hari, tapi saat itu saya mendatangi Kota Lama di sore hari sehingga keadaan sekitar masih sepi. Meski begitu, malah kita lebih leluasa dalam berfoto karena biasanya di malam hari spot-spot foto yang menjadi andalan Kota Lama dipenuhi masyarakat.
Pada perkembangannya Kota Lama tidak hanya digunakan sebagai spot foto saja, kini telah banyak wisata yang dibuka disekitar kota lama seperti Museum 3D, Art Gallery, dan banyak kafe dengan view estetik yang bisa di nikmati. Selain itu pada malam hari kita juga dapat menikmati suasana Kota Lama sambil menikmati se-cangkir susu hangat di Angkringan Blendoek. Sayang sekali disana sedang dilakukan renovasi dan pemugaran sehingga kita tidak dapat leluasa menyusuri Kota Lama
Orang banyak menyambangi Kota Lama di malam hari, tapi saat itu saya mendatangi Kota Lama di sore hari sehingga keadaan sekitar masih sepi. Meski begitu, malah kita lebih leluasa dalam berfoto karena biasanya di malam hari spot-spot foto yang menjadi andalan Kota Lama dipenuhi masyarakat. Pada perkembangannya Kota Lama tidak hanya digunakan sebagai spot foto saja, kini telah banyak wisata yang dibuka disekitar kota lama seperti Museum 3D, Art Gallery, dan banyak kafe dengan view estetik yang bisa di nikmati. Selain itu pada malam hari kita juga dapat menikmati suasana Kota Lama sambil menikmati se-cangkir susu hangat di Angkringan Blendoek. Sayang sekali disana sedang dilakukan renovasi dan pemugaran sehingga kita tidak dapat leluasa menyusuri Kota Lama
- Klenteng Sam Po Kong
Di klenteng tersebut berdiri dengan kokoh patung Laksamana Cheng Ho seorang Laksamana beragama islam yang singgah pertama kali di Sampokong. Untuk masuk ke tempat wisata satu ini tiketnya dibandrol seharga Rp3000-Rp15.000
- Umbul Sido Mukti
Jika kalian penikmat kopi, wajib mencoba ke Pondok Kopi dan menikmati kopi hangat dan pisang coklat sambil bercanda gurau bersama teman atau keluarga di tengah dinginnya udara Bandungan. Bagi pendatang dari luar daerah, umbul sidomukti juga menyediakan villa dengan pemandangan yang menyejukan mata dan menenagkan pikiran
- Taman Bunga Celosia dan AyanaZ


Tidak jauh dari Taman Bunga Celosia, Kabupaten Semarang juga menyuguhkan wisata baru yaitu AyanaZ. Bagi yang suka hunting foto, wajib untuk datang kesini karena selain bisa melihat Candi Gedong Songo, AyanaZ juga menyuguhkan spot-spot foto kekinian yang sedang digemari kalangan muda saat ini.

Jadi bagaimana? Masih mikir-mikir mau wisata di Kota Semarang? Jangan ragu dan nikmati pesona Kota Atlas dengan mengunjungi tempat wisata-wisata yang luar biasa!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar