Sabtu, 18 Oktober 2014

Biografi Soetardjo Kartohadikoesomo IPS

BIOGRAFI SOETARDJO KARTOHADIKOESOEMO


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/2/28/SUTARDJO_KARTOHADIKUSUMO.jpg

Nama                     : Soetardjo Kartohadikoesoemo
TTL                      : Blora, 22 Oktober 1890
Agama                   : Islam
Nama Ayah            : Kiai Ngabehi Kartoredjo
Nama Ibu               : Mas Ajoe Kartoredjo
Nama Istri             : Siti Djaetoen Kamarroekmini




Tahun 1909-1911 terpilih sebagai Ketua Cabang Budi Utomo. 19 Oktober 1911, diangkat sebagai pembantu juru tulis di kantor Resident Rembang. 23 Desember 1911, diangkat sebagai juru tulis jaksa, dan 5 bulan kemudian diangkat sebagai Mantri Kabupaten & menduduki jabatan tersebut selama 19 bulan, kemudian diangkat sebagai Assistant-Wedono.
1913, Soetardjo naik pangkat jadi Assisten Wedono onderdistrik Bogorejo Blora. Ia pelopor berdirinya koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat terbentuknya PPBB, ia ditunjuk sebagai wakil dan kemudian terpilih jadi anggota Volksraad. Selama menjadi anggota, Ia berhubungan dengan para mahasiswa Bestuuracademi.Soetardjo memperjuangkan dikeluarkannya pamong praja dari Peraturan Gaji Regional yang merugikan & dimasukkan ke dalam Peraturan Gaji Pegawai agar lebih pantas.Selama jadi anggota Volksraad Soetardjo juga mengajukan banyak mosi demi kemajuan rakyat. Soetardjo berperan aktif dalam pembuatan kebijakan, diantaranya  Desa Ordonnantie 1941, Hof van Islamitische Zaken, Petisi Soetardjo, dan lain-lain
Saat penjajahan Jepang, karena kemampuan dan pengalaman yang dimiliki, Soetardjo diangkat sebagai pemimpin Departemen Dalam Negeri. Pada 17 Agustus 1945, Soetardjo menghadiri upacara pembacaan proklamasi. Dan bertugas memberitahukan kepada pemerintah militer Jepang tentang hal tersebut dengan didampingi oleh Mr. Kasman Singodimedjo.
Pada rapat PPKI 18 Agustus 1945, dibentuk provinsi & kementerian kabinet. Soetardjo terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat pertama. Menurut UU No. 1 Tahun 1945, daerah Jawa Barat saat itu menjadi daerah otonom provinsi.

Sutardjo merupakan tokoh nasional yaitu anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Selain itu ia pernah menjabat juga sebagai Ketua DPA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar