Sabtu, 18 Oktober 2014

Nabi Mussa Kisah Hidup Lengkap

Kisah Nabi Mussa


          Pada suatu hari, seorang peramal datang menghampiri Fir’aun. Ia berkata, akan lahir bayi laki-laki yang akan menjatuhkan kekuasannya. Fir’aun sangat marah dan Ia memerintahkan "bunuh bayi laki-laki yang lahir dari kalangan bani israil"


          Yukabad, Ibu Mussa langsung menyembunyikan anaknya. Yukabad tidak rela anaknya di bunuh, tapi tidak mungkin dia harus menyembunyikanya terus-menerus. Akhirnya Yukabad membuat peti tahan air yang dihanyutkan di Sungai Nil, dan memerintah kakaknya mengikuti kemana peti itu hanyut. Ternyata peti itu ditemukan oleh Putri Fir’aun. Setelah tau isi peti itu, Ia membawa kepada Aisyah, 
istri Fir’aun senang melihat bayi itu, Ia mengutarakan keinginanya mengangkat Musa sebagai anaknya pada Fir’aun, awalnya Fir’aun sangat menolak tapi atas bujukan dari istrinya akhirnya Ia setuju.

Saat mencari pengasuh untuk Musa, Aisyah sangat kesulitan. Sudah banyak yang datang tapi Musa tak mau meyedot susu itu. Akhirnya Yukabad menawarkan diri dan musa akhirnya mau menetek. Musa diserahkan kepada Yukabad sampai masa menyusuinya selesai.
          Suatu hari, saat dewasa ketikaMusa sedang berjalan. Ia melihat qubti & israel berkelahi. Musa yang marah karna orang qubti tak mau berdamai langsung memukul orang itu hingga mati. Ada saksi yang akhirnya melaporkan kepada Fir’aun, setelah tau Mussa membela israil, Fir’aun memerintahkan untuk menangkap Mussa. Lalu Mussa melarikan diri ke Negri Madyan. Ia sangat menyesal karena telah membunuh orang, dan akhirnya bertobat.


          Perjalanan dari Mesir ke Madyan membuat Musa kelelahan, dan merasa sangat lapar.  Akhirnya dia beristirahat dibawah pepohonan. Tak jauh dari tempat istirahatnya dia melihat dua orang wanita memperebutkan air untuk minum ternak dengan sekelompok pria kasar.Musa segera menolong kedua wanita itu.Kedua wanita itu menceritakan pada ayahnya tentang apa yang dialaminya, Lalu ayah mereka yang bernama Nabi Syu’aib mengundang Mussa kerumah. Lalu musa menceritakan peristiwa yang dialaminya yang membuatnya terusir dari Mesir. Nabi Syu’aib menyarankan Mussa untuk tinggal dirumhanya supaya terhindar dari Fir’aun.


         Nabi Syu’aib bermaksud untuk mengawinkan Musa dengan salah seorang putrinya, dan Musa diminta menggembalakan ternak Nabi Syu’aib selama 8 tahun, sebagai mas kawinnya. Musa menyetujuinya, malah menambah 10 tahun. Musa menjalani masa perjanjianya dengan sangat sabar.Setelah lama bersama istrinya di Madyan, Musa ingin sekali kembali ke Mesir. Musa sadar bahwa orang Mesir masih mencarinya. Akhirnya Ia menempuh perjalanan ke mesir dengan cara memutar


         Pada suatu malam, Musa dan istrinya tersesat, saat itulah Ia melihat api yang sangat terang diatas sebuah bukit. Musa menyuruh istirnya menunggu. Lalu istrinya menurut, dan setelah Mussa mendekati api itu lalu terdengar seruan



“Hai Musa aku adalah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu, Sesungguhnya kamu berada silembah yang suci, Thuwa. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikan sholat untuk mengingat Aku.”



Inilah wahyu pertama yang diterima Nabi Musa, dan Ia telah di angkat sebagai Nabi atau Rasul, dan Nabi Musa ini diberikan mukjizat. Nabi Musa diperintah Allah untuk meletakkan tongkat ketanah, dan bisa menjadi sebuah ular yang sangat besar. Musa sangat ketakutan melihat ular itu dan langsung menjauh, Allah berfirman :


“Jangan takut, peganglah ular itu. Kami akan mengembalikanya seperti keadaan semula.”



Itu adalah mujizat pertama Nabi Musa. Mujizat yang kedua yaitu Allah memerintahkan 
Nabi Musa mengepitkan tanganya ke ketiak, lalu setelah nabi musa melaksanakan perintah Allah, tanganya berubah menjadi cemerlang.
          Kemudian Allah memerintahkan musa untuk berangkat ke mesir yang bertujuan untuk berdakwah kepada Fir’aun, tapi Musa merasa takut karena pernah membunuh orang mesir, tapi Allah menjanjikan kepada Musa akan diberikan perlindungan, maka hati Musa menjadi tenang dan musa meminta bertemu dengan saudaranya  Harun untuk bersama menghadapi Fir’aun
akhirnya Musa dan Harun bertemu Fir’aun, Fir’aun didampingi oleh para pejabat dan pemerintah lainnya.


“Siapakah kalian berdua ini?”tanya fir’aun.


“Kami Musa dan Harun, pesuruh Allah, Kami diutus agar kau membebaskan bangsa israil dari perbudakan & penindasanmu. Serahkan pada kami agar mereka menyembah Allah dengan leluasa dan menghindari siksaanmu.”


Fir’aun mentertawakan Musa dan mengatakan bahwa Musa tidak tau diri, dulu dia diasuh di istana mesir dan sekarang berbalik menentang Fir’aun.


“Siapa Tuhan yang kau sebut itu?tanya fir’aun.”


Adakah Tuhan lain diatas bumi ini selain aku yang patut disembah dan dipuja.”


“Ya ada, yaitu Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu serta Tuhan seluruh alam semesta.”


          Terjadilah perdebatan antara Musa dan Fir’aun. Fir’aun berkata jika kau mengakui Tuhan selain aku maka pasti engkau akan aku masukkan kedalam penjara!”


Musa berkata : “Apakah engkau akan memenjarakan aku walaupun aku dapat membuktikan dan memberikan tanda-tanda kebenaran dakwahmu ?”


 “Datangkanlah tanda-tanda yang dapat membuktik
an kata-katamu, jika memang kau benar dan tidak berdusta.”

Dan musapun melemparkan tongkatnya, dan tiba-tiba mendadak berubah menjadi ular yang sangat besar dan merayap menghampiri fir’aun, lalu fir’aun lari ketakutan dan meminta musa untuk menangkapnya. Dan setelah ditangkap, Fir’aun berkata :

“Adakah bukti kebenaranmu yang alin ?


          Musa memasukkan tanganya kedalam baju dan ketika dikeluarkan tangan itu berubah jadi cemerlang dan menyilaukan mata Fir’aun. Tapi Fir’aun masih tetap tidak percaya dan berpikir Musa punya sihir.


         Akhirnya Fir’aun mengumpulkan sihir dari seluruh kerajaan mesir untuk bertanding dengan Musa. Fir’aun memerintahkan penyihir untuk melemparkan tongkatnya dan berubah jadi ribuan ular, Fir’aun tertawa bangga menyaksikan kebolehannya. Dengan tenang Musa melemparkan tongkatnya dan berubahlah menjadi ular yang sangat besar yang memakan ular ahli sihir itu. Penyihir itu sangat heran melihatnya.
Mereka sadar dan bertobat, dan menyatakan akan menyembah Allah. Fir’aun sangat murka melihat para ahli sihir itu bertaubat, Ia mengancam akan menyiksa para ahli sihir itu dengan siksaan diluar batas perikemanusiaan.


          Sejak saat itu, di Mesir terdapat 2 aliran. Para pengikut Nabi Musa semakin banyak, karena Musa mengajarkan dengan jelas dan saling menghormati sesama makhluknya, tidak seperti Fir’aun yang kejam. Nabi musa lalu berdo’a agar Allah menimpakan azab kepada Fir’aun dan para pengikutnya, Do’anya dikabulkan dan Mesir dilanda kemarau panjang, disusul dengan badai topan, jutaan belalang didatangkan menyerbu hewan dan perkebunan. Semua air mendadak menjadi darah, setiap anak laki-laki bangsa mesir mati dan anak Fir’aun sendiripun mati. Dan dalam keadaan demikian akhirnya mereka mendatangi Nabi Musa untuk berdo’a kepada Allah agar mencabut azab itu.


          Nabi Musa memberikan syarat pada Fir’aun agar membiarkan kaum Bani Israil pergi dari Mesir bersama Musa. Tapi setelah azab itu berhenti dan keadaan membaik Fir’aun mengingkari janjinya, kaum bani israil tetap saja diperintah menjadi budak dan sebagainya.
Datanglah wahyu dari Allah supaya musa mengajak kaumnya itu untuk pergi meninggalkan mesir. Dan mereka berangkat secara sembunyi-sembunyi di malam hari karena takut ketauan Fir’aun, akhirnya Fir’aun pun tahu juga, Ia dan para tentara segera menyusul rombongan Musa.


          Setelah rombongan Musa itu sampai di laut merah, mereka tidak dapat melanjutkan perjalannya karena terhalangi oleh laut. Para pengikut Nabi Musa panik karena dari jauh Fir’aun sudah terlihat.
Dan Nabi musa berkata :


“ Jangan takut Tuhan bersama kita”Sambil memukulkan tongkatnya ke laut.
 Seketika laut itu terbelah, para pengikut Musa segera berjalan ditengah-tengah laut yang terbelah itu, setelah sampai di seberang Fir’aun tiba dan menyusul Musa melalui jalan yang terbelah itu, tapi ketika Fir’aun dipertengahan laut, lalu laut itu menutup kembali dan tenggelamlah Fir’aun dan para pengikutnya. Dan sesudah selamat dari kejaran Fir’aun akhirnya merekapun melanjutkan perjalannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar