Jumat, 21 September 2018

MAKANAN ENAK DI SEMARANG! WAJIB COBA!



Kuliner Kota Atlas

            Jika berkunjung ke Kota Semarang, jangan hanya menikmati tempat-tempat wisata yang di miliki kota industri ini karena Semarang juga menawarkan berbagai sajian kuliner yang dijamin membuat anda ingin menyantap semua hidangan yang ada. Jika mendengar kata Semarang pastilah makanan yang terbesit dipikiran anda adalah bandeng presto, lumpia, dan wingko babat. Padahal nyatanya, Semarang memiliki makanan khas yang begitu banyak seperti kue ganjel rel, mochi, nasi liwet, hingga tahu gimbal.

            Untuk memperoleh berbagai makanan tersebut Anda dapat langsung mengunjungi pusat oleh-oleh Kota Semarang yang terletak di Jalan Pandanaran jika ingin praktis. Tapi jika Anda memiliki waktu luang berikut adalah tempat yang saya rekomendasikan untuk membeli oleh-oleh, untuk bandeng presto menurut saya yang terbaik saat ini adalah Bandeng Juwana di Jalan Pandanaran atau di Jalan Pamularsih, Lumpia yaitu Lumpia Express yang ada di Jalan Gajah Mada dan wingko babat Kereta Api yang lokasinya di sekitar Kota Lama. Sayang sekali Saya belum bisa memberikan dokumentasi foto satu per satu untuk oleh-oleh tersebut.

            Selain mendatangi pusat oleh-oleh di Kota Semarang, Segitiga Erlangga adalah tempat yang tepat jika ingin menikmati santapan khas Semarang di siang hari. Letaknya tidak jauh dari pusat kota. Disana tersedia berbagai menu dari bakso malang, siomay, es duren yang sudah melegenda, serta makanan kebanggan Semarang yaitu tahu gimbal. Pada siang hari segitiga Erlangga biasanya dipadati orang-orang yang sedang beristirahat seperti karyawan kantor juga tidak jarang wisatawan datang untuk menikmati kuliner khas Semarang disini. Di Segitiga Erlangga juga tersedia live music dari para musisi yang memainkan alat music yang tidak biasa seperti bass betot.

Pusat Kuliner Simpang Lima

Jika ingin menikmati berbagai makanan Semarang pada malam hari, Simpang Lima adalah tujuan yang tepat. Simpang Lima menyajikan pusat kuliner yang menunya beraneka ragam mulai dari makanan biasa seperti nasi goreng, berbagai penyet, nasi rames hingga makanan khas semarang seperti babat gongso, nasi ayam khas semarang, hingga tahu gimbal.


Pos Polisi Simpang Lima
            Saat itu saya dan teman-teman bergegas ke Simpang Lima untuk menikmati hidangan khas Semarang. Kami direkomendasikan oleh polisi setempat mencoba hidangan Nasi Ayam yang letaknya di samping Matahari Mall Ciputra setelah sebelumnya kebingungan saat hendak memilih tempat makan. Kami pun bergegas kessana dan kondisi pembeli sudah ramai. Nasi ayam ini memang sangat digemari masyarakat dan banyak didatangi wisatawan dari berbagai daerah.


            Nasi ayam ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan nasi liwet khas Solo. Komposisinya yaitu nasi, ayam kampung dengan pilihan sayap, paha bawah, paha atas dan dada, telur bacem yang dipotong menjadi setengah bagian, sayur jipang, krecek (kulit kerbau yang dimasak pedas), dan di lengkapi dengan kuah santan. Nasi ayam ini buka sekitar jam 6 sore dan tutup saat menjelang pagi. Konon katanya, semakin malam kuliner ini semakin banyak di datangi pengunjung. Padahal harga yang ditawarkan bisa dibilang cukup menguras kantong, terlebih untuk mahasiswa perantau. Satu porsinya dibandrol dengan harga Rp24.000. dan untuk minumannya dihargai sekitar Rp5000,- Namun meski harganya tidak ramah dikantong, pengunjung pusat kuliner Simpang Lima tidak pernah sepi. Apalagi tidak hanya makan, wisatawan juga disuguhi suara merdu dari musisi jalanan yang silih berganti datang 


            Satu porsi nasi ayam ini tidak terlalu banyak dan kurang mengenyangkan. Mungkin pas untuk perempuan,yang biasa makan sedikit atau sedang diet tapi jangan khawatir kalian bisa request porsi ke penjualnya. Menurut saya untuk ayam kampungnya sendiri kurang dimasak dengan baik sehingga masih terasa sedikit alot. Untuk kreceknya sebenarnya sama rasanya dengan krecek yang biasa ada di gudheg, sayur jipangnya juga di masak dengan enak. Dan yang menjadi favorit saya adalah telur bacem. tidak terlalu manis, dan juga terasa gurih di lidah. Untuk penilaian saya akan memberi nilai 8 dari 10 poin untuk nasi ayam ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar