Kuliah Komunikasi? Mau Jadi Apa
sih?
Kuliah di jurusan ilmu komunikasi? Masih banyak orang di
luar sana yang bertanya-tanya mengapa memilih komunikasi? Mau kerja apa
nantinya? Bukankah lulusan komunikasi hanya bekerja sebagai juru bicara? Begitu
kata salah seorang teman. Teman lainnya meragukan keputusan memilih jurusan
ini, menurutnya aku hanya terpengaruh saudaraku, yang kebetulan juga lulusan di
jurusan yang sama. Tentu hal itu ku bantah dengan tegas. Aku memilih komunikasi
Karena itu pilihanku, bukan karena orang lain. Ada banyak aspek yang akhirnya
menuntunku untuk memilih jurusan ini, tentunya setelah melalui proses panjang,
bukan hanya asal pilih.
Berawal dari kebingungan mencari jurusan, aku mencoba
untuk mencari informasi di Internet tentang jurusan-jurusan yang ada di kampus
idamanku saat itu yaitu Universitas Gadjahmada. Ku buat list panjang tentang
pilihanku itu beserta mata kuliah dan prospek kerjanya. Kebingungan itu tak
kunjung tuntas, banyak orang yang ku ajak ngobrol agar memberiku saran jurusan,
tapi ujung-ujungnya membuatku semakin bingung.
Dari tes
psikologi online, konsul bimbingan belajar, konsul keluarga, sharing dengan
teman hingga mengikuti program dari lembaga psikologi sudah ku jalani. Tapi
semua hasilnya condong mendorongku untuk memilih jurusan sosial humaniora. Di
situ aku semakin bingung, karena aku sebenaranya adalah lulusan IPA. Tapi
berkat keyakinan hati dan semangat dari orang-orang sekitar, aku memulai untuk
belajar IPS dari awal, di waktu yang singkat, kurang dari sebulan menuju SBMPTN.
Dari awal aku
memang fokus mempersiapkan SBMPTN. Bukan, bukan karena aku pesimis tidak akan
mendapat SNMPTN, tapi aku realistis. Memang nilaiku stabil, bahkan cenderung
naik. Prestasi aku punya, tidak hanya satu. Tapi masalahnya, aku adalah anak
pindahan. Percaya tidak percaya, hingga saat ini aku belum pernah tau ada anak
pindahan yang bisa lolos SNMPTN. Jadilah aku berfikir SBMPTN adalah jalan
satu-satunya yang aku punya. Karena untuk ikut Ujian Mandiri rasanya aku tidak
mampu karena biaya yang di keluarkan begitu besar.
Tapi hingga h-7 sebelum
pendaftaran SBMPTN ditutup, aku masih bimbang jurusan apa yang akan ku pilih.
Aku hanya tau aku akan memilih SOSHUM. Memang aku sudah ada gambaran jurusan
apa yang cocok buatku, mulai dari Manajemen, Psikologi, hingga yang terakhir
Komunikasi. Untuk meyakinkan hati, aku pun sholat istikharah supaya dapat
petunjuk. Awalnya aku memilih manajemen sebagai pilihan pertama dan kedua dan
komunikasi berada dipilihan terakhir. Tapi di detik-detik terakhir sebelum aku
submit, aku mengubah pilihanku menjadi Komunikasi dipilihan pertama dan kedua,
dan Psikologi dipilihan terakhir. Sampai sekarang aku juga tidak tau mengapa
bisa secepat itu berubah pikiran, tapi mungkin ini adalah jawaban atas petunjuk
yang selama ini ku tunggu.
Tapi bukan berarti aku gambling, asal pilih, atau sembarangan.
Karena menurutku Komunikasi adalah jurusan yang sesuai dengan passionku. Aku
suka menulis, dari dulu sekedar bikin komik, menulis cerpen, dan yang terakhir
ku tekuni adalah menulis puisi. Walaupun lama tidak menulis, dan tidak memiliki
skill tinggi dalam hal itu. Selain itu aku juga tertarik dengan dunia
fotografi, walau bisa dibilang aku sangat amatir. Asal memotret tanpa teknik,
yang penting hasilnya menurutku bagus. Tanpa editing, karena memang tidak punya
ilmu untuk itu. Oleh karena itu aku memilih komunikasi, untuk mengembangkan
passionku, mengasah skill, dan mendapat ilmu-ilmu tentang sesuatu yang memang
menjadi hobiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar