Kamis, 20 September 2018

Kuliah Komunikasi Mau Jadi Apa?



Kuliah Komunikasi? Mau Jadi Apa sih?


Kuliah di jurusan ilmu komunikasi? Masih banyak orang di luar sana yang bertanya-tanya mengapa memilih komunikasi? Mau kerja apa nantinya? Bukankah lulusan komunikasi hanya bekerja sebagai juru bicara? Begitu kata salah seorang teman. Teman lainnya meragukan keputusan memilih jurusan ini, menurutnya aku hanya terpengaruh saudaraku, yang kebetulan juga lulusan di jurusan yang sama. Tentu hal itu ku bantah dengan tegas. Aku memilih komunikasi Karena itu pilihanku, bukan karena orang lain. Ada banyak aspek yang akhirnya menuntunku untuk memilih jurusan ini, tentunya setelah melalui proses panjang, bukan hanya asal pilih.

 Berawal dari kebingungan mencari jurusan, aku mencoba untuk mencari informasi di Internet tentang jurusan-jurusan yang ada di kampus idamanku saat itu yaitu Universitas Gadjahmada. Ku buat list panjang tentang pilihanku itu beserta mata kuliah dan prospek kerjanya. Kebingungan itu tak kunjung tuntas, banyak orang yang ku ajak ngobrol agar memberiku saran jurusan, tapi ujung-ujungnya membuatku semakin bingung.
           
             Dari tes psikologi online, konsul bimbingan belajar, konsul keluarga, sharing dengan teman hingga mengikuti program dari lembaga psikologi sudah ku jalani. Tapi semua hasilnya condong mendorongku untuk memilih jurusan sosial humaniora. Di situ aku semakin bingung, karena aku sebenaranya adalah lulusan IPA. Tapi berkat keyakinan hati dan semangat dari orang-orang sekitar, aku memulai untuk belajar IPS dari awal, di waktu yang singkat, kurang dari sebulan menuju SBMPTN.

           Dari awal aku memang fokus mempersiapkan SBMPTN. Bukan, bukan karena aku pesimis tidak akan mendapat SNMPTN, tapi aku realistis. Memang nilaiku stabil, bahkan cenderung naik. Prestasi aku punya, tidak hanya satu. Tapi masalahnya, aku adalah anak pindahan. Percaya tidak percaya, hingga saat ini aku belum pernah tau ada anak pindahan yang bisa lolos SNMPTN. Jadilah aku berfikir SBMPTN adalah jalan satu-satunya yang aku punya. Karena untuk ikut Ujian Mandiri rasanya aku tidak mampu karena biaya yang di keluarkan begitu besar.

          Tapi hingga h-7 sebelum pendaftaran SBMPTN ditutup, aku masih bimbang jurusan apa yang akan ku pilih. Aku hanya tau aku akan memilih SOSHUM. Memang aku sudah ada gambaran jurusan apa yang cocok buatku, mulai dari Manajemen, Psikologi, hingga yang terakhir Komunikasi. Untuk meyakinkan hati, aku pun sholat istikharah supaya dapat petunjuk. Awalnya aku memilih manajemen sebagai pilihan pertama dan kedua dan komunikasi berada dipilihan terakhir. Tapi di detik-detik terakhir sebelum aku submit, aku mengubah pilihanku menjadi Komunikasi dipilihan pertama dan kedua, dan Psikologi dipilihan terakhir. Sampai sekarang aku juga tidak tau mengapa bisa secepat itu berubah pikiran, tapi mungkin ini adalah jawaban atas petunjuk yang selama ini ku tunggu.


        Tapi bukan berarti aku gambling, asal pilih, atau sembarangan. Karena menurutku Komunikasi adalah jurusan yang sesuai dengan passionku. Aku suka menulis, dari dulu sekedar bikin komik, menulis cerpen, dan yang terakhir ku tekuni adalah menulis puisi. Walaupun lama tidak menulis, dan tidak memiliki skill tinggi dalam hal itu. Selain itu aku juga tertarik dengan dunia fotografi, walau bisa dibilang aku sangat amatir. Asal memotret tanpa teknik, yang penting hasilnya menurutku bagus. Tanpa editing, karena memang tidak punya ilmu untuk itu. Oleh karena itu aku memilih komunikasi, untuk mengembangkan passionku, mengasah skill, dan mendapat ilmu-ilmu tentang sesuatu yang memang menjadi hobiku



Tidak ada komentar:

Posting Komentar